Kanker servik jadi pembunuh wanita

Tahukah Anda, bahwa dalan setiap jam wanita di Indonesia meninggal akibat kanker serviks atau lebih dikenal dengan kanker mulut rahim. Bahkan dalam setiap menit wanita di seluruh dunia meninggal karna kanker yang mematikan ini.

Beda Hormon LH dan FSH

FSH dan LH yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis anterior, sebuah kelenjar kecil yang hadir di bagian bawah otak. FSH pada dasarnya menyebabkan pematangan sel telur di dalam folikel dalam tubuh wanita.

Manfaat Bawang Putih

Khasiat atau manfaat bawang putih ternyata tidak hanya untuk menyedapkan atau sebagai bumbu masakan saja, namun ternyata banyak hal lain yg dapat di manfaatkan dari bawang puth tersebut terutamanya untuk dunia kesehatan.

Toko Kayumanis

Selamat datang di Toko Kayumanis version Online Shop Kami menjual T-shirt, kaos oblong dan jaket T-shirt, kaos oblong dan jaket yang kami jual menggunakan bahan yang berkualitas tinggi, kelebihan dari T-shirt, kaos oblong dan jaket di Toko kami dapat anda tentukan sendiri desainnya, pola ataupun grafisnya sesusai keinginan anda sehingga dapat dipastikan tidak ada T-shirt, kaos oblong dan jaket dari Toko kami yang mempunyai motif yang sama.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 06 Maret 2014

Masa Tromboplastin Parsial Teraktivasi (activated parsial thromboplastin time APTT)

Pemeriksaan ini digunakan untuk menguji pembekuan darah
melaui jalur intrinsik dan jalur bersama yaitu faktor pembekuan
XII, prekalikrein, kininogen, XI, IX, VIII, X, V, protombin dan
fibrinogen.
       Prinsip pemeriksaan ini adalah mengukur lamanya terbentuk
bekuan bila ke dalam plasma ditambahkan reagens
tromboplastin parsial dan aktivator serta ion kalsium pada suhu
37 derajat C. reagen tromboplastin parsial adalah fosfolipid sebagai
pengganti platelet factor 3.
Nilai normal tergantung dari reagens, cara pemeriksaan dan
alat yang dipakai. Juga dianjurkan agar tiap laboratorium
menentukan nilai normalnya sendiri. Hasilnya memanjang bila
terdapat kekurangan faktor pembekuan dijalur intrinsik dan
bersama atau bila terdapat inhibitor. Sama seperti PT, untuk
membedakan hal ini dilakukan pemeriksaan ulang
Bila hasilnya tetap memanjang, berarti ada
inhibitor. Pada hemofilia A maupun hemofilia B, APTT akan
memanjang, tetapi pemeriksaan ini tidak dapat membedakan
kedua kelainan tersebut.
Pemeriksaan ini juga dipakai untuk memnatau pemberian
heparin.


Posted via Blogaway

Rabu, 05 Maret 2014

Masa Protrombin Plasma (protrombin time PT)


Pemeriksaan ini digunakan untuk menguji pembekuan darah
melalui jalur ekstrinsik dan jalur bersama yaitu faktor
pembekuan VII, X, V, protrombin dan fibrinogen. Selain itu juga
dapat dipakai untuk memantau efek antikoagulan oral karena
golongan obat tersebut menghambat pembentukan faktor
pembekuan protrombin, VII, IX, dan X.
Prinsip pemeriksaan ini adalah mengukur lamanya terbentuk
bekuan bila ke dalam plasma yang diinkubasi pada suhu 37ºC,
ditambahkan reagens tromboplastin jaringan dan ion kalsium.
Hasil pemeriksaan ini dipengaruhi oleh kepekaan
tromboplastin yangh dipakai oleh teknik pemeriksaan.
Nilai normal tergantung dari reagen, cara pemeriksaan dan
alat, dan alat yang digunakan. Sebaiknya tiap laboratorium
mempunyai nilai normal yang ditetapkan sendiri dan berlaku
untuk laboratorium tersebut.
Jika hasil PT memanjang maka penyebabnya mungkin
kekurangan faktor-faktor pembekuan di jalur ekstrinsik dan
bersama atau adnya inhibitor. Untuk membedakan hal ini,
pemeriksaan diulang sekali lagi dengan menggunakan campuran
plasma penderita dan plasma kiontrol dengan perbandingan 1:1.
Bila ada inhibitor, masa protombin plasma tetap memanjang.
Selain dilaporkan dalam detik, hasil PT juga dilaporkan dalam
rasio, aktivitas protombin dan indeks. Rasio yaitu perbandingan
antara PT penderita dengan PT kontrol. Aktivitas protombin
dapat ditentukan dengan menentukan dengan menggunakan
kurva standart dan dinyatakan dalam %.
Pemeriksaan PT juga sering dipakai untuk memantau efek
pemberian antikoagulan oral. Pemberian kepekaan reagen
tromboplastin yang dipakai dan perbedaan cara pelaporan
menimbulkan kesulitan bila pemantauan dikerjakan di
laboratorium yang berbeda-beda. Untuk mengatasi masalah
tersebut ICTH (International Comittee on Thrombosis and
Haemostasis) dan ICSH (International Comitte for
Standardization in Haematology) menganjurkan agar
tromboplastin jaringan yang akan digunakan harus dikalibrasi
terlebih dahulu terhadap tromboplastin rujukan untuk
mendapatkan ISI (International Sensitivity Index). Juga
dianjurkan agar hasil pemeriksaan PT dilaporkansecara seragam
dengan menggunakan INR (International Normalized Ratio), yaitu
rasio yang dipangkatkan dengan ISI dari reagens tromboplastin
yang digunakan.


Posted via Blogaway

Selasa, 04 Maret 2014

Masa Trombin (thrombin time TT)


Pemeriksaan ini digunakan untuk menguji perubahan
fibrinogen menjadi fibrin. Prinsip pemeriksaan ini adalah
mengukur lamanya terbentuk bekuan pada suhu 37°C bila ke
dalam plasma ditambahkan reagens thrombin.
Nilai normal tergantung dari kadar thrombin yang dipakai.
Hasil TT dipengaruhi oleh kadar dan fungsi fibrinogen serta ada
tidaknya inhibitor. Hasilnya memanjang bila kadar fibrinogen
kurang dari 100 mg/dl atau fungsi fibrinogen abnormal atau bila
terdapat inhibitor thrombin seperti heparin atau FDP (Fibrinogen
degradation product).
Bila TT memanjang, pemeriksaan diulang sekali lagi dengan
menggunakan campuran plasma penderita dan plasma control
dengan perbandingan 1:1 untuk mengetahui adanya tidaknya
inhibitor.
       Untuk membedakan apakah TT yang memanjang karena
adanya heparin, fibrinogen abnormal atau FDP, dilakukan
pemeriksaan masa reptilase. Reptilase berasal dari bisa
ular Aneistrodon Rhodostoma. Apabila TT yang memanjang
disebabkan oleh heparin maka masa reptilase akan memberikan
hasil normal, sedangkan fibrinogen abnormal atau FDP akan
menyebabkan masa reptilase memanjang.


Posted via Blogaway

Senin, 03 Maret 2014

Apakah Faal Hemostasis ?

Hemostasis adalah mekanisme untuk menghentikan dan mencegah perdarahan. Bilamana terdapat luka pada pembuluh darah, segara akan terjadi vasokonstriksi pembuluh darah sehingga aliran darah ke pembuluh darah yang terluka berkurang. Kemudian trombosit akan berkumpul dan melekat pada bagian pembuluh darah yang terluka untuk membentuk sumbat trombosit. Faktor pembekuan darah yang diaktifkan akan membentuk benang-benang fibrin yang akan membuat sumbat trombosit menjadi non permeabel sehingga perdarahan dapatdihentikan.
       Jadi dalam proses hemosatasis terjadi 3 reaksi yaitu reaksi vascular berupa vasokontriksi pembuluh darah, reaksi selular yaitu pembentukan sumbat trombosit, dan reaksi biokimiawi yaitu pembentukan fibrin. Faktor-faktor yang memegang peranan dalam proses hemostasis adalah pembuluh darah, trombosit, dan faktor pembekuan darah. Selain itu faktor lain yang juga mempengaruhi hemostasis adalah faktor ekstravascular, yaitu jaringan ikat disekitar pembuluh darah dan keadaan otot.
Pedarahan mungkin diakibatkan oleh kelainan pembuluh darah, trombosit, ataupun sistem pembekuan darah. Bila gejala perdarahan merupakan kalainan bawaan, hampir selalu penyebabnya adalah salah satu dari ketiga faktor tersebut diatas kecuali penyakit Von Willebrand. Sedangkan pada kelainan perdarahan yang didapat, penyebabnya mungkin bersifat multipel. Oleh karena itu pemeriksaan penyaring hemostasis
harus meliputi pemeriksaan vasculer, treombosit, dan koagulasi. Biasanya pemeriksaan hemostasis dilakukan sebelum operasi. Beberapa klinisi membutuhkan pemerikasaan
hemostasis untuk semua penderita pre operasi, tetapi ada juga membatasi hanya pada penderita dengan gangguan hemostasis. Yang paling penting adalah anamnesis riwayat perdarahan. Walaupun hasil pemeriksaan penyaring normal, pemeriksaan
hemostasis yang lengkap perlu dikerjakan jika ada riwayat perdarahan.
       Pemeriksaan faal hemosatasis adalah suatu pemeriksaan yang bertujuan untuk mengetahui faal hemostatis serta kelainan yang terjadi. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mencari riwayat perdarahan abnormal, mencari kelainan yang mengganggu faal
hemostatis, riwayat pemakaian obat, riwayat perdarahan dalam keluarga. Pemeriksaan faal hemostatis sangat penting dalam mendiagnosis diatesis hemoragik. Pemeriksaan ini terdiri atas:
Tes penyaring meliputi :
1. Percobaan pembendungan
2. Masa perdarahan
3. Hitung trombosit
4. Masa protombin plasma (Prothrombin Time, PT)
5. Masa tromboplastin partial teraktivasi (Activated partial thromboplastin time, APTT)
6. Masa trombin (Thrombin time, TT)


Posted via Blogaway

Minggu, 02 Maret 2014

Pemeriksaan Anti-Hbe

Pemeriksaan Anti-Hbe dapat menggambarkan integrasi DNA virus Hepatitis B
(HBV) ke DNA host dan hilangnya kemampuan membentuk virus yang
bereplikasi.Anti-Hbe adalah suatu pertanda infektivitas relatif yang rendah. Munculnya
anti-HBe merupakan bukti kuat bahwa pasien akan sembuh dengan baik.Bila terdapat anti-HBe, hal ini mengindikasikan bahwa telah terjadi pemulihan dan imunitas terhadap infeksi HBV.


Posted via Blogaway

Macam - macam jenis Anemia

Anemia atau yang lebih dikenal di masyarakaat sebagai
berkurangnya jumlah sel darah merah atau jumlah sel
hemoglobin dalam sel darah merah yang mengakibatkan darah
tidak mampu membawa oksigen dalam jumlah yang cukup sesuai
dengan kebutuhan tubuh.

Anemia yang merupakan suatu kondisi dimana kadar
hemoglobin atau berkurangnya jumlah eritrosit dalam 1 mm3
(satu milimeter kubik) darah atau kurangnya volume sel darah
merahyang memadati dalam 100 ml darah (darah kurang dari
ukuran normal).

Pemeriksaan Panel Anemia Defisiensi
Jenis Pemeriksaan Hematologi Rutin, Besi, TIBC, Ferritin, Vitamin
B12, Asam Folat, Gambaran Darah Tepi, Manfaat Mendiagnosis
penyakit anemia defisiensi akibat kekurangan produksi sel darah
merah yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti kekurangan
zat besi, vitamin B12, dan asam folat serta kerusakan sumsum
tulang; mengevaluasi derajat anemia.( next Anemia Hemolitik )

Pemeriksaan Panel Anemia Hemolitik
Jenis Pemeriksaan Hematologi Rutin, Retikulosit, Bilirubin Total/
Direk, G6PD, Haptoglobin, Analisa Hb (HPLC), Coombs' Test,
Gambaran Darah Tepi
Manfaat Mendeteksi kemungkinan terjadinya proses hemolitik
dan mendiagnosis penyakit anemia hemolitik yaitu penyakit
anemia atau kekurangan sel darah merah akibat sel darah merah
cepat rusak, lebih cepat dari kapasitas produksinya di sumsum
tulang.

Pemeriksaan Panel Anemia Aplastik
Jenis Pemeriksaan Hematologi Rutin, Leukosit, Trombosit,
Retikulosit, Gambaran Sumsum Tulang,Manfaat Memastikan
diagnosis penyakit anemia aplastik (hipoplastik) yaitu
kekurangan sel darah merah karena kelainan sumsum tulang
sehingga kemampuan sumsum tulang untuk memproduksi sel
darah merah terganggu atau berkurang. Kelainan sumsum tulang
ini dapat terjadi karena faktor keturunan, radiasi,lingkungan
dan lain-lain; mengevaluasi derajat anemia.


Posted via Blogaway

Sabtu, 01 Maret 2014

Deteksi anemia dengan pemeriksaan retikulosit

Retikulosit adalah eritrosit muda yang sitoplasmanya masih mengandung sejumlah
besar sisa-sisa ribosome dan RNA yang berasal dari sisa inti dari bentuk penuh pendahulunya.
Ribosome mempunyai kemampuan untuk bereaksi dengan pewarna tertentu seperti brilliant cresyl blue atau new methylene blue untuk membentuk endapan granula atau filamen yang berwarna biru. Reaksi ini hanya terjadi pada pewarnaan
terhadap sel yang masih hidup dan tidak difiksasi. Oleh karena itu disebut pewarnaan supravital. Retikulosit paling muda (imatur) adalah yang mengandung ribosome terbanyak, sebaliknya retikulosit tertua hanya mempunyai beberapa titik ribosome.
Pada pewarnaan Wright retikulosit tampak sebagai eritrosit yang berukuran
lebih besar dan berwarna lebih biru daripada eritrosit. Retikulum terlihat sebagai bintik-bintik abnormal. Polikromatofilia yang menunjukkan warna kebiru-biruan dan bintik-bintik basofil pada eritrosit, sebenarnya disebabkan oleh bahan ribosome tersebut.
Hitung retikulosit merupakan indikator aktivitas sumsum tulang dan digunakan
untuk mendiagnosis anemia. Banyaknya retikulosit dalam darah tepi menggambarkan eritropoesis yang hampir akurat. Peningkatan jumlah retikulosit di darah tepi menggambarkan akselerasi produksi eritrosit dalam sumsum tulang. Sebaliknya, hitung retikulosit yang rendah terus-menerus dapat mengindikasikan keadan hipofungsi sumsum tulang atau anemia aplastik


Posted via Blogaway