Kanker servik jadi pembunuh wanita

Tahukah Anda, bahwa dalan setiap jam wanita di Indonesia meninggal akibat kanker serviks atau lebih dikenal dengan kanker mulut rahim. Bahkan dalam setiap menit wanita di seluruh dunia meninggal karna kanker yang mematikan ini.

Beda Hormon LH dan FSH

FSH dan LH yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis anterior, sebuah kelenjar kecil yang hadir di bagian bawah otak. FSH pada dasarnya menyebabkan pematangan sel telur di dalam folikel dalam tubuh wanita.

Manfaat Bawang Putih

Khasiat atau manfaat bawang putih ternyata tidak hanya untuk menyedapkan atau sebagai bumbu masakan saja, namun ternyata banyak hal lain yg dapat di manfaatkan dari bawang puth tersebut terutamanya untuk dunia kesehatan.

Toko Kayumanis

Selamat datang di Toko Kayumanis version Online Shop Kami menjual T-shirt, kaos oblong dan jaket T-shirt, kaos oblong dan jaket yang kami jual menggunakan bahan yang berkualitas tinggi, kelebihan dari T-shirt, kaos oblong dan jaket di Toko kami dapat anda tentukan sendiri desainnya, pola ataupun grafisnya sesusai keinginan anda sehingga dapat dipastikan tidak ada T-shirt, kaos oblong dan jaket dari Toko kami yang mempunyai motif yang sama.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 16 Juni 2014

HBeAg adalah

Hepatitis B e antigen (HBeAg) dan antibodi-antibodinya, anti-HBe, adalah
penanda-penanda (markers) yang bermanfaat untuk menentukan kemungkinan
penularan virus oleh seseorang yang menderita infeksi virus hepatitis B kronis.
Mendeteksi keduanya HBeAg dan anti-HBe dalam darah biasanya adalah
eksklusif satu sama lain. Sesuai dengan itu, kehadiran HBeAg berarti aktivitas
virus yang sedang berlangsung dan kemampuan menularkan pada yang lainnya,
sedangkan kehadiran anti-HBe menandakan suatu keadaan yang lebih tidak
aktif dari virus dan risiko penularan yang lebih kecil.
Pada beberapa individu-individu yang terinfeksi dengan virus hepatitis B,
material genetik untuk virus telah menjalankan suatu perubahan struktur yang
tertentu, disebut suatu mutasi pre-core. Mutasi ini berakibat pada suatu
ketidakmampuan virus hepatitis B untuk menghasilkan HBeAg, meskipun
virusnya reproduksi/replikasi secara aktif. Ini berarti bahwa meskipun tidak ada
HBeAg yang terdeteksi dalam darah dari orang-orang dengan mutasi, virus
hepatitis B masih tetap aktif pada orang-orang ini dan mereka dapat
menularkan pada yang lain-lainnya.

HBeAg adalah antigen yang beredar didalam darah dan lebih terkait
dengan core virus. apabila ia positif (+), berarti terjadi sintesis virus
dan adanya infeksi yang terus berlanjut.
Apabila kadar (+) nya lebih dari 10 minggu maka ia akan berlanjut ke
hepatitis B kronik. apabila kondisi tubuh baik dan timbul antibodi
maka HBeAg biasanya menjadi negatif (-). Dalam epidemiologi
pemeriksaan HBeAg sangat diperlukan untuk melihat tingkat
penyebaran/penularan, karena HBeAg (+) diperkirakan mempunyai
potensi untuk menularkan secara vertikal maupun horizontal.


Posted via Blogaway

Minggu, 15 Juni 2014

Anti-HBc

Hepatitis B core antigen hanya dapat ditemukan dalam hati dan tidak dapat
terdeteksi dalam darah. Kehadiran dari jumlah-jumlah yang besar dari hepatitis
B core antigen dalam hati mengindikasikan suatu reproduksi virus yang sedang
berlangsung. Ini berarti bahwa virusnya aktif. Antibodi terhadap hepatitis B core
antigen, dikenal sebagai antibodi hepatitis B core (anti-HBc), bagaimanapun,
terdeteksi dalam darah. Sebagai suatu kenyataan, dua tipe dari antibodi-
antibodi anti-HBc (IgM dan IgG) dihasilkan.
Pemeriksaan anti-HBc merupakan deteksi adanya antibodi terhadap antigen
bagian inti/core HBV. Anti-HBc adalah penanda infeksi HBV yang paling lama
berada di dalam darah, bahkan satu-satunya penanda pada masa
"jendela" ("core window") yaitu masa di mana HBsAg sudah menghilang tapi
anti-HBs belum muncul sehingga menjadi satu-satunya pengenal infeksi HBV.
IgM anti-HBc adalah suatu penanda/indikator (marker/indicator) untuk infeksi
hepatitis B akut. IgM anti-HBc ditemukan dalam darah selama infeksi akut dan
berlangsung sampai enam bulan setelah timbulanya gejala-gejala. IgG anti-HBc
berkembang selama perjalanan infeksi virus hepatitis B akut dan menetap
seumur hidup, tidak perduli apakah individunya sembuh atau mengembangkan
infeksi kronis. Sesuai dengan itu, hanya tipe IgM dari anti-HBc dapat digunakan
secara spesifik untuk mendiagnosis suatu infeksi virus hepatitis B akut. Selain
itu, menentukan hanya total anti-HBc (tanpa memisahkan kedua komponennya)
adalah sangat tidak bermanfaat.


Posted via Blogaway

Sabtu, 14 Juni 2014

Anti HBs


Anti HBs merupakan antibodi spesifik untuk HBsAg, muncul di darah 1 sampai 4
bulan setelah terinfeksi virus hepatitis B. Anti HBs diinterpretasikan sebagai
kekebalan atau dalam masa penyembuhan penyakit hepatitis B. Antibodi ini
memberikan perlindungan terhadap penyakit hepatitis B.
Tes anti-Hbs positif juga dapat berarti seseorang pernah mendapat vaksin
hepatitis B atau immunoglobulin. Hal ini juga dapat terjadi pada bayi yang
mendapat kekebalan dari ibunya. Anti-Hbs posistif pada individu yang tidak
pernah mendapat imunisasi hepatatitis B menunjukkan bahwa individu tersebut
pernah terinfeksi virus hepatitis B.
Dulu, diperkirakan HBsAg dan anti HBs tidak mungkin dijumpai bersama-sama,
namun ternyata sepertiga carrier HBsAg juga memiliki anti-HBs. Hal ini dapat
disebabkan oleh infeksi simultan dengan sub-tipe yang berbeda.
Manfaat Pemeriksaan
Uji saring pra vaksinasi Hepatitis B, Bersamaan dengan pemeriksaan HBsAg
yang dilakukan secara periodik dapat untuk memastikan viral clearance.


Posted via Blogaway

Jumat, 06 Juni 2014

HBsAg


HBsAg adalah penanda awal infeksi Hepatitis B. Bila HBsAg menetap dalam
darah > 6 bulan, berarti telah terjadi infeksi kronis.
Pada infeksi virus Hepatitis B (VHB), hepatitis B surface antigen (HBsAg)
merupakan petanda serologik infeksi VHB pertama yang muncul di dalam
serum (3, 12) dan mulai terdeteksi antara 1 sampai 12 minggu pasca
infeksi, mendahului munculnya gejala klinik serta meningkatnya SGPT.
Selanjutnya HBsAg merupakan satu-satunya petanda serologik selama 3
– 5 minggu. Pada kasus yang sembuh, HBsAg akan hilang antara 3 sampai
6 bulan pasca infeksi sedangkan pada kasus kronis, HBsAg akan tetap
terdeteksi sampai lebih dari 6 bulan (3). Selain merupakan selubung luar
partikel Dane, HBsAg juga merupakan selubung partikel bulat dan partikel
tubuler yang masing-masing tidak mengandung protein core serta HBV
DNA.
Manfaat Pemeriksaan
-. Mendeteksi dan mendiagnosis infeksi Hepatitis B;
-. Uji skrining donor darah dan pra-vaksinasi Hepatitis B; dan
-. Memantau viral clearance.
Pemeriksaan HBsAg berguna untuk diagnosa infeksi VHB, baik untuk
keprluan klinis maupun epidemiologik.


Posted via Blogaway

Selasa, 03 Juni 2014

Imunoserologi


Imunoserologi adalah bidang ilmu kedokteran yang mempelajari:
Identifikasi terhadap antibodi yaitu protein yang dibuat dari sel darah putih yang berespon terhadap antigen , protein asing di dalam tubuh. Investigasi masalah yang berhubungan dengan sistem kekebalanntubuh seperti penyakit autoimunitas yaitu ketika sistem
kekebalan tubuh berubah melawan jaringan tubuh sendiri dan kelainan imunodefisiensi yaitu ketika sistem kekebalan tubuh kurang aktif. Mempelajari kecocokkan organ untuk transplantasi.

Imunologi
Imunologi adalah suatu cabang yang luas dari ilmu biomedis yang mencakup
kajian mengenai semua aspek sistem imun (kekebalan) pada semua organisme .
Imunologi antara lain mempelajari peranan fisiologis sistem imum baik dalam
keadaan sehat maupun sakit; malafungsi sistem imun pada gangguan imunologi
( penyakit autoimun , hipersensitivitas , defisiensi imun, penolakan allograft);
karakteristik fisik, kimiawi, dan fisiologis komponen-komponen sistem imun in
vitro, in situ , dan in vivo . Imunologi memiliki berbagai penerapan pada berbagai
disiplin ilmu dan karenanya dipecah menjadi beberapa subdisiplin.

Serologi
Serologi ialah ilmu yang mempelajari reaksi antigen antibody secara invitro
Untuk dapat menegakkan diagnose suatu penyakit infeksi:kita harus dapat
mengisolasi atau menemukan kuman penyebabnya. Proses isolasi atau
menemukan kuman tersebut memakan waktu yang cukup lama dan sulit dalam
pelaksanaannya. Apabila sebuah kuman masuk kedalam tubuh kita maka kuman
tersebut akan merupakan suatu antigen (benda asing)bagi tubuh kita dan
selanjutnya akan merangsang tubuh kitauntuk membentuk antibody terhadap
kuman tersebut. Dengan dapat ditemukannya antibody tersebut dalam tubuh
kita, mka hal ini akan membantu kita dalam menegakkan diagnose suatu
penyakit infeksi. Proses untuk menemukan atau mendeteksi adanya antigen dan
antibody tersebut yang selanjutnya kita kenal dengan pemeriksaan serologi.
Beberapa panel yang umum untuk pemeriksaan Imunoserologi :
-. Hepatitis
-. Torch
-. Rematik
-. Penyakit menular seksual
-. Infeksi lain


Posted via Blogaway

Senin, 02 Juni 2014

Pengukuran Amilase vs. Lipase

Amilase dan lipase adalah enzim-enzim pencernaan yang diproduksi oleh pankreas.
Tes amilase dan lipase digunakan untuk membedakan apendisitis akut dari pankreatitis
akut. Kedua tes dilakukan pada darah, tetapi amilase juga dapat diuji dari sampel urin.
Peningkatan kedua enzim ini mengindikasikan adanya gondok, gagal ginjal, penyakit hati
alkoholik, atau kondisi lainnya.

Kadar Lab Normal
Kadar normal amilase dan lipase dapat berbeda dari satu laboratorium ke
yang lain, namun kadar tersebut biasanya tetap mampu memberikan
gambaran tentang rentang yang dapat diterima.
Setiap laboratorium akan memberikan rentang normal mereka sendiri sebagai
referensi.
Kadar normal amilase umumnya berkisar dari 30 hingga 100 U/liter pada
orang dewasa, sementara nilai normal untuk lipase adalah 10-140 U/liter.
Banyak pengobatan dan kondisi medis memengaruhi hasil pengukuran.
Pengencer darah, narkotika, diabetes, penyakit ginjal, tekanan darah tinggi,
dan kolesterol tinggi bisa memengaruhi tes sehingga hasilnya tidak lagi
akurat.

Penyebab Peningkatan Amilase
Pankreatitis akut adalah salah satu penyebab paling umum meningkatnya
amilase. Penyebab lain kadar amilase yang meningkat termasuk obstruksi
duktus pankreas, penggunaan alkohol, gondok, penyakit ginjal, dan tukak
lambung.
Tingkat amilase pada pankreatitis akut akan mulai naik 2-12 jam setelah
onset nyeri perut yang parah.
Kenaikan tingkat amilase bisa mencapai enam kali rentang normal. Kenaikan
tertinggi akan terjadi dalam rentang 12 sampai 72 jam, dan kembali normal
dalam empat hari.

Penyebab Penurunan Amilase
Kadar amilase yang lebih rendah dari normal mengindikasikan kerusakan
hati atau pankreatitis serta fibrosis kistik.
Penyebab Peningkatan Lipase
Pankreas adalah satu-satunya organ dalam tubuh yang mengeluarkan lipase.
Itu sebab, peningkatan kadar lipase menunjukkan adanya gangguan
pankreas.
Lipase disimpan dalam jaringan pankreas dan dilepaskan ketika terjadi
kerusakan pada pankreas.
Tingkat tinggi lipase juga menunjukkan gagal ginjal, karena ginjal
menyekresikan lipase. Seperti amilase, banyak obat yang dapat meningkatkan
level lipase.

Pengukuran Amilase vs. Lipase
Amilase dan lipase biasanya diperiksa untuk mendiagnosis pankreatitis.
Hanya saja, menggunakan pengukuran lipase dianggap lebih akurat.
Namun perlu diingat bahwa diagnosa tidak boleh hanya didasarkan pada
pemeriksaan kedua enzim ini saja. Pemeriksaan fisik, riwayat kesehatan, dan
riwayat pengobatan juga perlu diperhatikan dalam diagnosa.


Posted via Blogaway

Minggu, 01 Juni 2014

PROCALCITONIN PADA SEPSIS

Sepsis didefinisikan sebagai respon sistemik tubuh terhadap infeksi. Infeksi
yang disebabkan mikroorganisme atau germ (umumnya bakteri) masuk dalam
tubuh, dan terbatas di bagian tubuh (misal: abses gigi) atau menyebar
keseluruh peredaran darah (disebut septikemia) atau “keracunan darah”.
Semua orang dapat berisiko sepsis karena infeksi ringan (misal influenza, infeksi
saluran kencing, gastroenteritis dll). Sepsis dapat terjadi pula pada orang
termuda (bayi premature) atau orang tua, sistem kekebalan (system immune)
lemah (compromised), pengobatan kemoterapi, steroid untuk keadaan
peradangan (inflamasi), mempunyai kebiasaan peminum alkohol atau obat,
mendapat pengobatan atau pemeriksaan (kateter iv, tirisan/drain luka, kateter
kemih (urin), kemudahan menderita sepsis karena faktor genetik. Sepsis sering
terjadi di rumah sakit sebab kemajuan teknik kedokteran berkaitan dengan
pengobatan. Jumlah penderita tua atau lemah dan penderita dengan penyakit
lain yang menyertai kanker dan memerlukan pengobatan. Pemakaian antibiotika
yang luas, yang mengakibatkan pertumbuhan mikroorganisme yang menjadi
rentan (resisten) obat.

Sepsis dibedakan atas tiga bentuk yaitu:
1. Sepsis tanpa penyulit (komplikasi) yaitu sepsis akibat influenza atau infeksi
virus lain, gastroenteritis biasanya penderita tidak perlu rawat inap.
2. Sepsis berat, perkiraan 750.000 perorang menderita sepsis berat di Amerika
utara tiap tahun, hampir sama di Eropa. Semua memerlukan perawatan di
rumah sakit. Sepsis berat bila terdapat gabungan dengan satu atau lebih organ
penting (vital) misal jantung, paru, ginjal atau hati (kematian sekitar 30 sampai
35%).
3. Renjatan sepsis (Shock). Terjadi renjatan sepsis bila komplikasi dengan
tekanan darah tinggi tidak tanggap terhadap pengobatan standar (pemberian
cairan) dan menyebabkan masalah dari organ vitalnya. Sehingga tubuh tidak
cukup menerima oksigen, penderita perlu perawatan intensif, kematian mencapai
50%.

Diagnosis infeksi bakteri pada penderita berpenyakit kritis masih sulit, karena
keadaan non infeksi lain yang dapat menurunkan tanggap inflamasi (contohnya:
trauma, pembedahan besar dan luka bakar). Parameter klinis dan laboratorium
yang lazimnya (konvensional) untuk diagnosis infeksi kurang sensitif dan
spesifik padahal diagnosis harus sejalan dengan parameter biologis. Selama
beberapa tahun terakhir pada banyak literatur, beberapa petanda pemeriksaan
telah diuji sebagai suatu tanda yang sesuai dengan infeksi dan sepsis, tetapi
tidak satupun petunjuk (indikator) yang dapat menentukan infeksi bakteri akut
atau proses inflamasi bukan karena infeksi. Indikator itu di antaranya C-reactive
protein, Procalcitonin(PCT), Interleukin (IL)-6, IL-8, IL-10,dan Tumor Necrosis
Factor. Di antara beberapa parameter tersebut, yang paling bermakna dalam
menggambarkan  penyakit, syok septic dan gagal multi organ adalah
IL-6, IL-8 dan PCT.

Sejak awal tahun 1990-an procalcitonin (PCT) pertama kali digambarkan
sebagai tanda spesifik infeksi bakteri. Kepekatan serum procalcitonin meningkat
saat inflamasi sistemik, khususnya ketika hal tersebut disebabkan oleh infeksi
bakteri. Procalcitonin ialah prohormon calcitonin, kadarnya meningkat saat
sepsis dan sudah dikenali sebagai petanda penyakit infeksi sebab penyakit
berat. Kepekatan PCT dapat mencapai 1000 ng/ml saat sepsis berat dan syok
sepsis. Namun demikian, sumber asal PCT selama sepsis belum jelas, apakah
nilai kadar PCT dapat membedakan antara penyakit infeksi dan non infeksi.
Pada keadaan fisiologis, kadar procalcitonin rendah bahkan tidak terdapati
(dalam ng/ml), tetapi akan meningkat bila terjadi bakteremia atau fungimia
yang timbul sesuai dengan berat infeksi. Tetapi pada temuan beberapa peneliti
peningkatan procalcitonin terdapat juga pada keadaan bukan infeksi, selain itu
juga merupakan pengukuran yang lebih sensitif dibandingkan dengan beberapa
uji laboratorik lain. Misalnya laju endap darah (LED), perhitungan lekosit dan C
reactive protein sebagai sarana bantu diagnosis sepsis bakteri . Pada telaah
pustaka ini akan dibahas manfaat procalcitonin dan pemeriksaan untuk
kepentingan diagnostik penyakit.

SINTESIS DAN STRUKTUR BIOKIMIAWI
Procalcitonin (PCT) adalah peptide yang terdiri dari 116 asam amino protein.
PCT secara enzimatis didegradasi menadi peptide berat molekul rendah dengan
produk akhir terdiri dari 32 asam amino dan disebut Calcitonin. Sintesis PCT
diatur oleh gen Calc-1 terletak pada kromosom 11. Pada individu sehat
produksi PCT dan kemudian calcitonin terjadi dalam sel-C tiroid. Dalam kondisi
inflamasi sistemik, yang memicu produksi mediator inflamasi di mana-mana
termasuk PCT oleh sel nonneuroendocrine seluruh tubuh. Induksi Calc-1
transkripsi dan ekspresi mRNA calcitonin telah ditunjukkan dalam jaringan
ekstra-thyroidal, termasuk hati, ginjal, pankreas, adiposa dan sel darah putih.
Stimulus untuk transkripsi gen dan sekresi PCT tampaknya baik secara
langsung melalui racun mikroba dan secara tidak langsung melalui mediator
inflamasi, seperti IL-1, IL-6 dan TNF. Dalam keadaan normal, PCT didegradasi
dan tidak ada yang dilepaskan ke dalam aliran darah, oleh karena itu, tingkat
PCT yang tidak terdeteksi ( <0,05 ng / ml) pada individu sehat. Namun,
peningkatan yang signifikan pada konsentrasi plasma PCT telah terdeteksi
selama infeksi berat dengan manifestasi sistemik.
Molekul PCT sangat stabil baik dalam kondisi in vivo maupun in vitro,berbeda
dengan waktu paruh calcitonin yang pendek (10 menit), PCT memiliki waktu
paruh yang panjang yaitu 25 - 30 jam dalam serum. Salah satu keunggulan
utama dari PCT dibandingkan dengan parameter lainnya adalah meningkat pada
awal infeksi dan sangat spesifik yang dapat diamati 3-6 jam setelah terkena
infeksi.


Posted via Blogaway